Buku coklat (part 1)

Lembaran pembuka
(Jangan dibaca buru buru, tak suka tinggalkan)

Dari sebuah buku usang diatas meja yang lembarnya telah coklat. Kubuka sebuah halaman yang menghantarkan ku kesebuah masa, tentang sebuah kesempatan yang kulewatkan.

hari pertama disekolah menengah pertama, dengan orang orang yang juga pertama kali ku jumpai. Disalah satu sudut didekat jendela kupandangi seorang gadis berkacamata, mentari tak salah menjatuhkan sinarnya.

Sering kali kulukis dia diam diam, dihalaman belakang buku matematika. Pikirku penuh tanda tanya, sebuah rasa yang datang pertama kali dalam sejarah diri. Kubuka lemari hati, tak kudapati jejak perasaan yang menjelaskan perasaan ku saat ini. Susah dijelaskan dan samar samar. Ku browsing berkali kali dilemari hati tak kutemukan apa apa, hanya 404 not found katanya.

Suatu hari dibulan Januari hujan diselingi kabut menjatuhkan rinai rinai air ke tanah yang kering. Adalah waktu pertama aku bercakap cakap denganya, suaranya lembut aku tak bermaksud melebih lebihkan tapi itulah adanya. Pilihan kata yang dia gunakan dalam menyampaikan pesan dalam lisan meluluhlantakan seisi pikiran. Dia dan seorang temannya, aku dan 3 orang temanku berbincang bincang tentang hari itu. Sampai sebuah topik terlempar keruang obrolan, dia bertanya tentang seorang anak laki laki dari kelas seberang. Aku tau kemana obrolan ini menyebrang, kutinggalkan mereka yang menggali gali informasi tentang anak laki laki yang disukai oleh dia.

Tak ku ambil pusing, aku bukan jenis manusia yang suka menjadi layang layang apa lagi memainkannya. Terbang bergantung arah angin, dan menarik ulur tergantung pawangnya. Tapi aku percaya ada perbedaan yang jelas antara memetik bunga karena suka, dan merawatnya karena sayang. Untuk memudahkan cerita kita namakan dia dengan bunga.

Singkat cerita bunga yang indah itu, dipetik oleh laki laki yang sempat dibicarakan. Waktu itu kelas satu semester satu, aku dan dia menjadi teman yang makin akrab makin hari. Perasaan ku makin haripun makin berubah yang awalnya menguap nguap kini tinggal kabut yang samar samar tapi tak hilang. Oh iya aku juga sudah mencatat jenis perasaan itu kelemari hati untuk pertama kali.

Bodohnya aku, aku mau mendengarkan kisah pilu dari bunga yang sudah dipetik itu, jangan jadi aku.

Singkat cerita bunga indah itu sudah dipetik berkali kali, dan aku? Tak sekalipun aku berlabuh ke dermaga hati selain yang kulakukan pertama kali seperti yang terakhir kali sejauh ini (kelas tiga). Kami tak sekelas lagi, aku pindah ke kelas sahabat ku, salah satu alasannya karena aku orang yang keras kepala aku sudah mengakui itu alasan lainnya adalah anak dari alasan pertama. Sejauh perjalanan hidupku sampai titik inipun baru dia seorang sahabat karib yang mengerti isi tengkorak ku. Skip, di lain waktu akan kukisahkan tentang sahabatku ini.

Semenjak aku berpisah kelas, dia (dia gadis yang kita bicarakan, yang kusebut sebut bunga) mulai memperlakukanku dengan berbeda, tatapanya yang dulunya kosong kini penuh tanda tanya. Kerap ketika aku nongkrong dikantin aku mendapati tatapan aneh darinya ketika ku balas dia melihat kearah lain. Dasar perempuan.

Sebagai diri yang kini dipenuhi tanda tanya, pikirku telah bimbang, hati ku telah terguncang tak ada tempat lagi untuk diri berbincang. Kuputuskan untuk menggali gali informasi tentang keganjilan ini dari semester pertama  hingga hampir perpisahan sekolah.


Sialnya aku tak menemukan petunjuk apalagi jawaban, atau aku yang terlalu bodoh membaca tanda tanda. Tapi tak mengapa disaat aku kembali ke lemari hati dan mencari cari perasaan yang dulu ada sekarang sudah tiada, tak anehkan? Dua tahun yang lama sebuah hati memendam benang benang yang menggoreskan luka Kedinding dindingnya.

Sehari sebelum perpisahan, aku menggembalikan rapot kesekolah. teman dekatnya datang dan gampang saja berkata kepadaku, selama ini "dia suka kepadaku".

Disaat yang bersamaan aku lapar, pengen aja beli jajanan dikantin dan aku ingat hari itu kantinnya tutup. Sial.

 Oh, soal perkataan yang dikatakan temannya? Aku tak ambil pusing, soalnya histori tentang dia sudah dibersihkan dari jauh hari. Ironi.

Aku tak datang dihari perpisahan, jas dan segalanya sudah dipersiapkan dari jauh hari. Karena disaat yang sama suasana hati dan perasaan sedang sangat tandus dan kecewa. 

Singkat cerita, aku masuk kesebuah sekolah menengah pertama yang tak jauh dari rumah. Aku berharap ini akan menjadi masa SMA yang normal seperti orang lainya. Namun sebuah fenomena yang sudah kuduga duga tidak akan terjadi, terjadi ! Yop kalian sudah menduga.

Lagi lagi dia satu sekolah dengan ku, parahnya lagi kelas kami bersebelahan. Parasnya pun masyallahuakbar, pubertas memang gila.

 Tapi bagaimanapun wujudnya, bagaimanapun dia menjelma yang menjadikanya begitu lama dilemari ini bukan rupanya tetapi sesuatu yang lebih berharga ketimbang intan dan permata, yang tak dapat dibeli para raja, dan tak diperdagangkan pada dunia. Sebuah hati yang teduh.

Itu semua baru sebahagian dari lembaran lembaran yang akan dikisahkan dan terkisahkan. Untuk ku sendiri berada diposisi seperti ini tak begitu berat lagi, tulang tulang ku sudah beradaptasi dengan situasi ini.

Lagi lagi aku melihat kedalam lemari yang pintunya telah dibuka berulang kali. Ada sebuah benda yang terselip dan selama ini tak tampak sungguh kecil tapi ada yang selama ini kukira sudah hilang. Ku keluarkan dari lemari hati, kupandangi dia dari kejauhan kutimang timang haruskah tetap disimpan sejauh perjalanan kedepan? kulambung lambung keudara seperti sebuah koin yang memiliki dua sisi sisi. Hari pasti akan berganti, biar waktu yang menjawab akan kuapakan perasaan yang kecil ini.

Pelajaran yang bisa kupetik dari lembaran ini,

 didalam diri setiap orang ada sebuah lemari untuk menyimpan hal hal yang tak bisa dibeli, ada dua tipe lemari dari setiap orang. Satu lemari yang isinya sering kali berganti ganti, dan bukan untuk menjaga isinya tapi untuk dikoleksi. Dua, tipe orang  yang mau menjaga isi didalamnya untuk waktu yang lama.

Kalian yang mana?



Ng : menurut kalian lebih enak dengan diksi diksi yang seperti cerpen di atas, atau dengan bahasa yang mudah dipahami? Komen ya ☕

Nc : penulis dari blog ini sekarang ada 2.








Comments

Popular Posts