Puisi "sebuah hati di Senin pagi"
Angin pagi datang menampar daun jendela
Beriringan dengan kepergian burung gereja
Pohon kelapa bergoyang tertiup angin
Dari dalam bilik aku menahan rasa ingin
Guratan guratan luka itu datang samar samar
Dari luar pagar, kupandangi bibi pedagang jamu
Tengah menenteng matahari untuk putrinya
Suaminya dibawa pergi
Oleh tsunami dibulan Desember
Aku berdiri dibibir kolam
Kupandangi ikan yang terbiasa menyelam
Setiap hari setiap bulan
Setiap petang setiap malam
Diakhir bulan Januari
Tiba tiba aku merindu
Beberapa memori memoir masa lalu
Yang merawat tawa dan juga tangis
Lembaran itu tersingkap penuh kisah
Aku pasrah
Sudah terlanjur tertulis
Sebelum hari semakin biru
Kupesankan sekali lagi kepada diri
Bila isi tengkorak telah terguncang
Paksakan hati tetap tenang
Bila hati telah terguncang
Kemana diri akan berbincang.
Lembaran usang itu kujadikan perahu
Perahu kecil yang berlayar
Pelan, anggun, dan ayu
Menuju dermaga teduh di hatimu
Banda Aceh 1 Juli (dua kosong satu sembilan)
Eevoaa
Comments
Post a Comment