Puisi "kesaksian dua wanita"
Kesaksian dua wanita
Angin dingin bersemayam diruang tamu
Udaranya masuk melalui sela pintu
Menyingkap batin diri yang lemah
Sebuah surat yang tak terbungkus
Masuk dari sela sela sinus
Kupandangi dua ekor cicak diatap bilik
Tengah bercinta, dalam hati aku berbisik
Kemana belibis pergi dihari yang sunyi
Tak kudengar lagi tangisan pagi.
Aku bangun dari rebah, duduk dimeja kayu
Dengan kursi dari bambu
Surat berpita kuning itu berbicara
Memberitahu untuk segera dibaca
Kubaca surat itu dari kiri ke kanan
aku mendengar berita besar dari lautan.
Ombak telah mengutarakan rasanya
Kepada bibir pantai yang basah
Air laut yang asin,telah mengikat batu laut kedalam batin
Diakhir bulan juni
Disebuah tempat yang sunyi
Dua orang wanita
menjadi saksi
Banda Aceh 30 juni
Eevoaa
***
puisi yang tertunda
Angin dingin bersemayam diruang tamu
Udaranya masuk melalui sela pintu
Menyingkap batin diri yang lemah
Sebuah surat yang tak terbungkus
Masuk dari sela sela sinus
Kupandangi dua ekor cicak diatap bilik
Tengah bercinta, dalam hati aku berbisik
Kemana belibis pergi dihari yang sunyi
Tak kudengar lagi tangisan pagi.
Aku bangun dari rebah, duduk dimeja kayu
Dengan kursi dari bambu
Surat berpita kuning itu berbicara
Memberitahu untuk segera dibaca
Kubaca surat itu dari kiri ke kanan
aku mendengar berita besar dari lautan.
Ombak telah mengutarakan rasanya
Kepada bibir pantai yang basah
Air laut yang asin,telah mengikat batu laut kedalam batin
Diakhir bulan juni
Disebuah tempat yang sunyi
Dua orang wanita
menjadi saksi
Banda Aceh 30 juni
Eevoaa
***
puisi yang tertunda
Comments
Post a Comment