Puisi "Gadis berkepang dua"



Petang tadi,
Seorang gadis di simpang bercabang lima
Dengan rambut kepang kuda
Memegang bendera-bendera kecil
Mengetukkan tangan mungilnya
Kekaca kaca mobil

Sesekali dia rehat di tepi jalan
Sesekali dagangannya tak laku
Sering kali dia tak makan
Sering kali dia rindu

Kedua orang tuanya pergi
Digulung air tinggi

Sesekali....
Sesekali dia....
Dia mendongak keatas dan menangis....
Tidak lama, dia menghapus air mata
Dan mulai bekerja

Kulit halusnya terpanggang terik siang
Tulang rapuhnya tergerus air hujan
Mata teduhnya tersapu debu malam

Sesekali hati ini bergetar
Mendengar suara perutnya kelaparan
Sesekali hati ini bergetar
Melihat tubuhnya kedinginan
Sesekali hati ini bergetar
Mencium bau siang ditubuhnya
Sesekali hati ini bergetar
Merasakan tangis yang dipendam

Disetiap detik detak jantung malam
Dia duduk di pojok emperan
Mengerjakan PR matematika
Dikertas bekas gorengan

Disetiap tetes tangis malam
Dia menangis kedinginan
Digigit angin malam

Disetiap hembus nafas malam
Dia tertidur dipeluk bumi
Berselimut bintang bintang

Simpang, 3 Juli (dua puluh sembilan belas)
Eevoaa







Comments

Popular Posts