Puisi bawang



Disebuah galaksi Bima sakti
Disebuah sudut kamar yang sepi
Terdapat seonggok tulang belulang
Yang berisi daging daging bimbang

Kepalanya menengadah ke langit langit
Memandangi cicak yang bercinta sengit
Badanya rebah diatas kasur
Kian hari kian membaur
Kepada dunia luar kabarnya mulai samar
Dirinya telah menjadi bagian dari kamar

Suara...
Suara...
Suara...


lantai dan langit langit kamar
Terlalu lama mengurung camar
Dulunya kerap kali terbang kelaut lepas
Mencumbu angin timur dengan bebas
Kini dia bahkan mulai lupa
Cara berbicara seperti manusia

Bahasanya menjadi bahasa kamar
Baunya menjadi bau kamar
Pikirannya hanya didalam kamar
Batinya, batin dari kamar
Suaranya, adalah suara kamar

Diluar ruang berisi kasur
Terdapat dunia nyata
Yang berisi lelaki dan wanita
Yang keduanya jatuh cinta

Didalam ruang berisi kasur
Terdapat seorang diri
Yang membaca syair ini
Yang terbiasa mencumbu bantal
Bantal yang mulai berbau liur
Amis
Apak
Teriak

Di dapur disamping dandang
Dua ekor semut berdendang bergandengan
Serangga kecil berkaki enam
Punya kaki untuk digenggam

Sebuah diri di dalam sekam
Tak punya tangan untuk digenggam
Isak terisak tangis teriak
Getir dan gusar saling menyalak
Sepi
Sunyi
Hening
Aku kepadamu..

Diri itu sudah menjual dirinya
Kepada sebuah aliran yang disebut aliran kamar
Menyemayamkan kemanusiaan dan segalanya
Kepada dinding kamar yang dingin


Bawang 2 Juli (dua kosong satu sembilan)
Eevoaa









Comments

Post a Comment

Popular Posts