Sajak sajak picisan 2
Tuan laba laba
Kemarin malam, aku lupa membaca doa
Laba laba besar keluar dari goa
Merangkak meraba rongga dada
Dari dada menuju kepala
Mengulang kembali memori kita
Senyummu tertanggal di mimpi
Tatapan teduhmu tertinggal di mimpi
Sepatu yang dulunya sepasang tertunggalkan
Sekarang untuk apa sepatu ini,
Tinggal sebelah kiri
Sebelah kanan telah pergi
Melupakan semua janji janji
Lupakan kemarin malam,
Malam ini ada banyak baris dikepala
Yang membuncit membentuk bait bait doa
Menyingkap tabir sunyi
Berulang kali, kau kucoba untuk kupahami
Begitu rumit, begitu sulit, begitu susah
Ternyata kau sederhana
Bodohnya aku
Kepada, dinginnya malam Rabu
Aku menitip pesan biru
Kepada hati yang lemarinya tengah terisi
Oleh tuan laba laba ungu
Biarkan dia mengisi kekosongan mu saat ini
Suatu hari pasti
Akan kuisi selamanya
Bilik, 2 Juli (dua puluh sembilan belas)
Eevoaa
Kemarin malam, aku lupa membaca doa
Laba laba besar keluar dari goa
Merangkak meraba rongga dada
Dari dada menuju kepala
Mengulang kembali memori kita
Senyummu tertanggal di mimpi
Tatapan teduhmu tertinggal di mimpi
Sepatu yang dulunya sepasang tertunggalkan
Sekarang untuk apa sepatu ini,
Tinggal sebelah kiri
Sebelah kanan telah pergi
Melupakan semua janji janji
Lupakan kemarin malam,
Malam ini ada banyak baris dikepala
Yang membuncit membentuk bait bait doa
Menyingkap tabir sunyi
Berulang kali, kau kucoba untuk kupahami
Begitu rumit, begitu sulit, begitu susah
Ternyata kau sederhana
Bodohnya aku
Kepada, dinginnya malam Rabu
Aku menitip pesan biru
Kepada hati yang lemarinya tengah terisi
Oleh tuan laba laba ungu
Biarkan dia mengisi kekosongan mu saat ini
Suatu hari pasti
Akan kuisi selamanya
Bilik, 2 Juli (dua puluh sembilan belas)
Eevoaa
Comments
Post a Comment