ada puisi di jantung kota



biarkan bulan menggantung
pada langit Kota yang gelap
biarkan aku tetap terkagum
pada senyummu yang purnama

di simpang kota yang sepi
yang mulai berhenti mendetak roda roda
kutulis 5 bait puisi
tentang 2 jejak yang tidak bertemu.

Tentang cerita yang terselip di sudut kota
tentang 2 remaja yang saling menatap canggung
dan 1 skenario romantis yang terjebak dalam paradox waktu.

ruang dan waktu menyempit dan menipis
melipat skenario mereka menjadi kapal kertas
yang berlayar menuju dermaga teduh
di sudut semesta yang tak ramai

di sepinya kabar tentang mu, 
akan ku dapati kepala ku penuh keramaian
bantu aku melewati semua itu dengan senyum mu walau hanya setiap hari kamis sampai rabu. dan aku akan terus menanti kabar tentang mu seperti menanti pelangi setelah hujan reda


untuk seseorang 
Di November yang akan datang


Comments

Popular Posts