Stagnasi
Ketika kau susuri trotoar kota malam hari
akan kau temui sudut sudut remang
yang ditampar lampu jalan.
bukan bulan ataupun bintang
hanya sebatang tiang dengan lampu Philips yang cukup terang.
ketika kau berdiri tegak dibawahnya,
akan kau dapati bayanganmu tergeletak di trotoar
bersama suara detak jantung Kota itu.
5 mei, dan aku dari sini,
aku masih sama seperti waktu itu.
seperti gurau dari bibirmu,
ketika kita bercanda lewat virtual.
seperti senyum di pipimu,
ketika kita berkeliling kota.
15 mei, dan aku disini.
di tepi kota yang sama seperti dulu,
mencari bekas jejakmu.
siapa tau masih tersisa senyum untukku
diantara lampu jalan di tepi kota.
Suatu malam mungkin,
kita bisa duduk di tepi kota.
digerai sate dengan 2 variasi,
duduk sambil bercanda
dengan latar tepi jalan dan lampu kendaraan yang datang bergantian.
kita tepat dijantung keramain tapi hanya berdua bergandeng tangan.
untuk beberapa menit kemudian, kau bebas menentukan kemana tujuan berikutnya.
mungkin kelapangan terbuka,
dengan langit terang dan ribuan bintang.
dan kemudian stagnasi.
15 mei, dari sini.

Comments
Post a Comment