Rex, dan suatu malam di kota

di bumi manusia
Rex, dekat jantung kota
tepat di tikungan ke kanan
di deretan sate di bawah sorot lampu jalan


kita semua merasa punya
padahal tidak pernah memiliki
semua yang datang dan pergi
bisa hilang dan kembali kapan saja


terbukti,
berderet gerobak sate berjejer
hanya terpaud beberapa meter
menjual sate yang sama Madura, kacang atau Jawa
apa mungkin karena para pedagang percaya
rezeki mereka diatur yang maha kuasa
bukan diatur singgah-pergi kita



kepada malam yang menua,
biarkan bulan tetap menggantung di langit kota
dan semoga angin malam ini tidak begitu kejam
karena tidak semua orang malam ini
menutup mata di atas ranjang
ada beberapa yang berbaring
dengan air mata menetes menatap bintang




Juni 14/20







Comments

Popular Posts