catatan lama

Memori memutar bioskop lama
Tentang teduhnya jantung kota
Simpang bercabang lima
Mendetak roda roda

Kesalah satu cabang nadinya
Ialah segerai kedai kopi biasa
Dengan segudang cerita kita
Kala kita masih bias akan hal berbau serius
Ketika kita berbagi secangkir kopi dari gelas yang sama
Bersama suasana, bersama canda, bersama tawa
Bersama Sisa uang jajan dipenghujung senja

Yang kami beli bukanlah segelas kopi
Melainkan tawa tawa yang tak terbeli
Yang membeku dikenangan masa lalu
Diantara sisipan keteduhan kenangan kota ini
Diantara memoar yang mekar kembali

revisi dari 25 september 2019
dari kamar-ke cut nun 

Comments

Popular Posts